Skip to main content
tips employer branding
Management

4 Tips untuk Membuat Employer Branding yang Memukau

By Tanisha Harahap on July 19, 2019

Perkembangan zaman masa kini mengharuskan talent market di dunia rekrutmen untuk dapat meningkatkan strategi rekrutmennya demi mendapatkan kandidat yang sesuai. Persentase dari rakyat pengangguran saat ini kurang dari 4%, dengan persentase yang cukup terbilang kecil hal ini sering menyebabkan adanya talent wars di dunia perekrutan. Para perusahaan diharapkan untuk memastikan bahwa mereka memegang predikat “employee’s choice” agar kandidat masih terpikat untuk melamar di perusahaan mereka.

Tenang saja, di setiap kesulitan pasti ada solusinya. Kabar baiknya adalah tidak semua perusahaan memiliki employer brand yang menonjol. Menurut riset dari Deloitte, hanya 30-50% dari perusahaan yang dapat memenuhi ekspektasi tenaga kerja yang terbilang cukup kritikal. Dengan persentase pengangguran yang cukup rendah, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini employer brand perusahaan Anda harus benar-benar diteliti dan dievaluasi agar tetap menonjol dari yang lainnya.

Berikut adalah 4 tips untuk meningkatkan employer brand perusahaan Anda dan cara untuk menjadi perusahaan pilihan para kandidat:

  1. Ketahui rating Anda di antara perusahaan lainnya

Apakah Anda merupakan sebuah perusahaan favorit atau perusahaan pilihan? Seberapa loyalkah karyawan Anda akan pekerjaan mereka di perusahaan? Jika Anda ingin menjadi sebuah perusahaan dimana para karyawan memiliki minat untuk bekerja dalam jangka waktu panjang, Anda harus dapat menguasai strategi employer branding. Mungkin Anda memiliki kultur perusahaan yang cenderung lebih modern dan fresh yang diidamkan para pencari kerja, namun kurang ditunjukkan. Carilah celah dimana Anda dapat menunjukan kultur unik tersebut di kalangan jobseekers. 

Hal ini dapat dilakukan dengan cara mempromosikan lingkungan kerja Anda, menciptakan job description yang lebih menarik, ataupun memamerkan kultur perusahaan Anda yang bersifat lively and fun di media sosial ataupun platform lainnya yang dapat membantu menyokong exposure perusahaan Anda. 

  1. Strategi merekrut kandidat berdasarkan “culture fit”

Selain mengandalkan CV untuk merekrut kandidat yang tepat, cobalah untuk merekrut kandidat berdasarkan kultur ataupun skillset yang mereka miliki. Untuk melakukan hal tersebut dengan sukses, ciptakan sebuah “right fit employee persona”, sebuah pesona yang dapat menilai kandidat sesuai dengan kultur perusahaan Anda.

Untuk menentukan pesona seperti apakah yang tepat, pelajarilah sifat-sifat karyawan Anda dan pikirkan mengenai hal apa yang membuat mereka menjadi “rock star”. Buatlah sebuah daftar yang membedakan persona yang cocok dan yang kurang cocok.

Dapatkan insight scoop yang lebih detail dengan melakukan sebuah riset bagi para karyawan untuk mendapatkan dasar demografis yang diinginkan, ataupun hal lain seperti: motivasi para karyawan, hal yang disukai dan tidak disukai, objektif, halangan, dan frustasi karyawan dan hal apa yang membuat mereka ingin mencari pekerjaan baru.

  1. Gunakan visual storytelling untuk mendeskripsikan pekerjaan yang ditawarkan

Pelajari cara Anda mempromosikan pekerjaan di job description saat ini, apakah mereka terlalu panjang sehingga tidak menarik untuk dibaca? Jika iya, coba gunakanlah cara lain, contohnya: promosikan pekerjaan yang Anda tawarkan melalui video ataupun foto yang dapat membuat posting Anda lebih menarik dari yang lainnya.

Manfaatkan keuntungan dari perkembangan digital dengan membuat konten-konten yang lebih menarik untuk dilihat dan dibaca. Tawaran pekerjaan Anda dapat dipromosikan sesuai dengan tren masa kini, maka kandidat yang di dapatkan juga akan memenuhi kualitas dan standar yang Anda inginkan. Masih mau ketinggalan zaman? Sekarang adalah waktunya untuk bereksperimen dengan hal baru. Ingatlah, kandidat juga menyukai tantangan dan lebih tertarik dengan hal yang fresh dan modern.

  1. Buatlah testimoni pengalaman kerja yang sesuai dengan tren masa kini

Apakah situs web perusahaan Anda menarik di mata para kandidat Gen Z ataupun millenials? Harusnya seperti itu. Kandidat ingin mengetahui apa rasanya bekerja di perusahaan Anda. Pastikan Anda merangkum sebuah cerita yang menjelaskan pengalaman bekerja di perusahaan Anda secara jelas. Halaman mengenai karir di situs web Anda harus menunjukan nilai-nilai pokok yang diterapkan, keuntungan untuk para karyawan, dan sosok asli karyawan yang bekerja bersama Anda. Lampirkan beberapa foto yang menunjukan rasa kekeluargaan seperti aktivitas internal, outing perusahaan, atau acara-acara yang telah diselenggarakan untuk memberikan gambaran mengenai hal apa saja yang dapat dijadikan sebagai ekspektasi saat mereka menjadi karyawan Anda. 

Selain pengalaman, kandidat zaman sekarang juga mempertimbangkan seberapa tech-savvy kah perusahaan Anda? Pengalaman kandidat saat proses aplikasi juga akan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pilihan mereka. Apakah proses aplikasi dapat dilakukan secara online? Seberapa mudahkah mereka dapat menyelesaikan proses aplikasi, apakah proses aplikasinya mobile-friendly? Kandidat zaman sekarang mengharapkan pengalaman yang modern dan tech-savvy saat melampirkan aplikasi mereka, pengalaman seperti inilah yang harus dapat Anda berikan pada mereka.

Ingatlah, talent wars adalah hal yang tiada hentinya. Apakah Anda telah meningkatkan strategi Anda untuk menjadi perusahaan terfavorit?  Sangatlah penting untuk mengetahui siapa target audience Anda untuk dapat bersaing dengan baik. Cari tahu dimana saja biasanya mereka beredar dan berikan mereka sebuah konten yang memukau untuk menunjukan alasan mengapa mereka tepat untuk bekerja bersama Anda.