Skip to main content
recruitment marketing
Management

Kesalahan dalam Recruitment Marketing yang Perlu Dihindari

By Rahma Yulita Sari on February 13, 2020

Seperti yang sudah dijelaskan dalam tulisan sebelumnya kondisi job market saat ini sudah berbeda yang menyebabkan kandidat memiliki posisi yang lebih kuat dalam memililih pekerjaan seperti yang sudah ulas dalam 6 Metrics untuk Mengukur Kesuksesan Recruitment Marketing. Lowongan pekerjaan yang tersedia menjadi lebih beragam, membuka pilihan pekerjaan jobseekers menjadi lebih besar juga. 

Dalam beberapa tahun terakhir, recruitment marketing telah mengubah cara perusahaan menjangkau kandidat. Kehadiran media sosial dan kemajuan teknologi pun seakan disempurnakan penggunaannya memegang peranan yang sangat penting dalam menyukseskan recruitment marketing di perusahaan Anda.

Para jobseekers di zaman sekarang lebih suka ketika mereka mendapatkan treatment seperti seorang konsumen. Maka dari itu, perusahaan Anda harus pintar dalam memilih strategi dan strategi marketing saat ini adalah salah satu upaya yang sangat relevan untuk diterapkan pada strategi rekrutmen Anda, khususnya dalam menarik kandidat ketika perusahaan Anda sedang memasarkan brand-nya.

Namun bukanlah hal yang mustahil bahwa ketika Anda sedang menjalankan strategi recruitment marketing, tanpa sadar Anda melakukan beberapa hal yang justru akan menghambat atau menggagalkan usaha yang sudah Anda lakukan sebelumnya. Alih-alih menemukan kandidat potensial dengan cepat, Anda justru malah menghabiskan waktu untuk hal yang kurang efektif.

Kali ini, Kalibrr akan membahas beberapa kesalahan-kesalahan yang mungkin tanpa sadar Anda lakukan dalam proses recruitment marketing Anda!

 

1. Tidak menggunakan konten yang menarik

Saat ini, konten menjadi kunci kesuksesan Anda dalam memikat audiens yang ada tuju. Dengan hadirnya kemajuan teknologi dimana audiens mampu memilih konten yang akan dikonsumsi mereka. Sebagai seorang rekruter masa kini, penting bagi anda untuk menyediakan konten yang menarik dan tentunya sesuai dengan identitas perusahaan Anda. Contohnya, saat mengiklankan lowongan pekerjaan konten dengan foto atau visual yang menarik bisa menambah nilai dari konten yang Anda iklankan. Setidaknya, itulah cara terbaik ketika Anda ingin memasarkan bisnis rekrutmen Anda. Di dalam dunia marketing, foto yang bagus akan menarik dan mendorong pelanggan untuk engage dengan produk yang dipasarkan, hal ini tidak begitu berbeda dalam recruitment marketing. Walaupun memang goals utama adalah untuk memasarkan konten, tetapi jangan lupa bahwa visual akan lebih menarik perhatian banyak orang untuk mempelajari kontennya lebih jauh.

recruitment marketing

 

2. Tidak menyediakan konten video

Menurut data Indonesia Digital Report 2019, 98% pengguna internet di Indonesia menonton konten video online. Tidak hanya foto, video juga merupakan salah satu material dalam recruitment marketing yang sebenarnya penting, namun masih belum sering digunakan dalam prakteknya. Apakah Anda tahu bahwa search engine terbesar kedua yang paling sering digunakan oleh orang setelah Google adalah YouTube? Secara historis, search engine mengindeks situs web berdasarkan konten teks saja. Tetapi sekarang dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dan dengan hasil beragam yang disediakan oleh Google, orang-orang dapat mengambil gambar, video, berita dan konten lainnya hanya dengan sekali klik. Maka dari itu, konten video adalah salah satu cara paling efektif untuk memikat audiens atau kandidat Anda melalui konten interaktif dan tentunya visual yang lebih menarik juga.

 

3. Tidak memaksimalkan kegunaan dari media sosial

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa media sosial adalah peluang terbesar untuk melakukan kegiatan pemasaran  perusahaan dan juga lowongan pekerjaan Anda, apalagi di media sosial, hal seperti itu masih bisa dilakukan dengan “gratis”. Apalagi kita tahu bahwa banyak jobseekers yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk mencari pekerjaan di media sosial. Tidak hanya mencari pekerjaan saja, para jobseekers juga mencari tahu lebih banyak tentang suatu perusahaan, employer brand, budaya, dan lingkungan di perusahaan tersebut lewat media sosial.

Jobseekers yang menghabiskan waktu di media sosial biasanya menginginkan konten yang fresh, menarik, dan relevan. Ini berarti Anda harus memaksimalkan kegunaan dari media sosial Anda untuk memastikan konten-konten yang Anda pasarkan melalui platform ini adalah konten yang up-to-date. Campaign yang dilakukan lewat media sosial biasanya cepat menarik kandidat untuk bergabung dengan perusahaan Anda, jadi pastikan untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

recruitment marketing

 

Baca Juga : 6 Strategi Jitu untuk Menarik Generasi Millennials

4. Tidak “stay in touch” dengan kandidat

Ketika berbicara mengenai recruitment marketing, tentu engagement adalah hal yang sangat penting disini. Mengapa demikian? Karena sebagian besar kandidat yang menjadi target berada di media sosial, dan setiap aktivitas yang dilakukan di media sosial biasanya akan terus berlanjut hingga menciptakan candidate experience atau pengalaman rekrutmen bagi kandidat. Maksudnya disini adalah Anda harus menjaga hubungan baik dengan para kandidat, agar tercipta candidate experience yang baik juga. Ketika Anda hanya memberikan konten lalu meninggalkannya begitu saja tanpa ada usaha untuk membangun engagement dengan mereka, maka disinilah kesalahan dalam recruitment marketing yang tanpa disadari Anda lakukan.

 

5. Bergantung dengan telepon dan email

Meskipun memang melibatkan telepon dan email masih merupakan metode yang baik, metode ini dapat dikatakan tidak cukup untuk kandidat millennials dan Gen Z yang selalu aktif di media sosial. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan membangun engagement yang lebih besar di media sosial, akan membantu keberhasilan dari metode recruitment marketing yang Anda lakukan, untuk memasarkan brand perusahaan Anda. Selain itu, candidate experience akan terbangun dengan adanya komunikasi antara kandidat dengan perusahaan. Contoh sederhana seperti balas membalas komentar di Instagram, Twitter, Facebook, dan platform media sosial lainnya.

 

Itulah beberapa kesalahan dalam recruitment marketing yang tanpa Anda sadari sering dilakukan dalam prosesnya. Perlu diingat bahwa recruitment marketing ini lebih dikenal dengan mempromosikan Employer Brand lewat media sosial, halaman karir, company profile, networking events, dan lainnya. Setiap strategi ini dilakukan untuk menyampaikan pesan yang tepat dan pada waktu yang tepat pula agar dapat menjangkau kandidat yang tepat. Akan tetapi, melakukan hal ini tidak mudah, maka dari itu Anda harus benar-benar mengerti tujuan dari recruitment marketing yang diterapkan di perusahaan Anda agar goals untuk mempromosikan Employer Brand bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

CTA EBOOK EMPLOYER BRANDING

 

Kalibrr berkomitmen untuk membantu kesukseskan proses rekrutmen Anda dengan menyediakan fitur-fitur yang akan memudahkan proses tersebut. Para kandidat yang terdaftar juga merupakan kandidat yang memiliki kualifikasi mumpuni dan sesuai dengan kualifikasi perusahaan Anda. Jadi, tunggu apalagi? Mari bergabung dengan Kalibrr sekarang!

CTA